Sabtu, 04 Januari 2020

A Short Story | Sajak Dalam Kenangan



Hati yang Terbit Kembali~

Kepada yang terhormat, pemilik senyum seindah senja. Kuingin bercerita sepenggal kisah yang tersimpan rapi dalam memori. Kisahku, tentang sebuah hati yang telah lama membenam. Ia membenam dalam ketidaktahuan kapan ia akan terbit kembali. Bagai terjebak dalam ruangan hampa yang sunyi dan hanya berteman sepi. Entah bagaimana caranya meluapkan emosi, namun ia berusaha untuk terlihat baik baik saja. 

Terbenamnya hati itu bukanlah suatu kemauan. Namun, ada sebuah alasan yang membawanya pada titik itu. Seiris masa lalu dari sebuah hati lain yang membekaskan kenangan, mengikis butiran cinta yang kemudian lapuk dan tak bisa utuh kembali.

Andai hati itu seperti mentari, pasti akan terbit kembali. Namun hati bukanlah mentari, tak mungkin terbit dan terbenam berulang kali. 






Benar, Hujan~

Hari ini hujan. Rintiknya terdengar jelas di telingaku. Rembesannya seperti mengalir melalui ubun ubunku. Rupanya ia ingin membawakan pesan kepadaku yang sedang meluapkan rindu.

Kau tau mengapa kusebut hujan itu teman? Dialah yang paling mengerti akan perasaanku. Ia bagaikan saraf sensorik dalam tubuhku yang sangat peka terhadap rangsangan. Bagai aliran vena yang mengalir dalam hemoglobinku hingga aku mampu bertahan hidup. Hujan tidak berwujud manusia, tapi entah mengapa kedatangannya membuatku nyaman.

Kehadirannya memberikanku waktu untuk membuang lara, menghentikan aktivitas yang menekan jiwa. Ia temani setiap insan yang ingin menyeruakkan isak tangis. Jika ia mampu berbicara, pasti ia 
mengatakan "Tak apa, menangislah. Akan kupastikan tak ada yang mendengarmu. Aku akan melindungimu yang telah memudar".

Sungguh tetesannya seakan berirama, bagai melodi yang pas dalam sebuah instrumen. Tangisanku benar benar larut didalamnya, hingga menciptakan syair perih yang telah lama kupendam

Benar hujan, aku rindu padanya yang hanyalah kenangan. Melalui aliranmu, tolong sampaikan kepadanya bahwa aku disini. Berteman hujan, tangis dan sepi.


With love~

Jumat, 27 Desember 2019

50+ Inspirasi Nama Kucing yang Gak Mainstream

my own cat, Chiron

Pernah gak kamu kebingungan mau ngasih nama piaraan kamu? Apalagi kalau baru pertama kali pelihara hewan, contohnya kucing. Dan itu juga yang mimin rasain pas pertama kali punya kucing. Sangking pengennya ngasih nama yang imut buat si kucing, sampai nyari inspirasi kemana mana. Alhasil, nemu inspirasinya dari stik eskrim, leona. Tapi sayang kucingnya cowok jadi namanya Sapussy Leonardho.
Nah, itu kucing yang pertama kali mimin pelihara, sekarang sudah mati sih. Selain itu ada juga si Gu Young Ha yang namanya terinspirasi dari nama peran di salah satu drakor, ada juga si Baek In Ho yang terinspirasi dari nama peran drakor juga, saat itu pemerannya imut banget kaya kucing hehe. Ada juga yang namanya kekorea koreaan gitu tapi bukan dari drakor juga, Myongssi. Yang terakhir dan yang masih mimin pelihara saat ini namanya Chiron, terinspirasi dari sebuah webtoon.
Gimana guys, banyak banget kan inspirasi diluar sana? Tapi buat kamu yang udah mentok dan maunya instan, ini aku kasih inspirasi nama kucing yang bisa kamu pakai buat kucing kamu. Eitts tapi ga Cuma buat kucing kok, bisa buat hewan lainnya menyesuaikan.

1. Almond

2. Albun

3. Aroon

4. Blacky

5. Bleron

6. Berry

7. Chatte

8. Crunchy

9. Choco

10. Coffee

11. Chunky

12. Emily

13. Feo

14. Felin

15. Fluffy

16. George

17. Gummy

18. Helly

19. Hanky

20. Honey

21. Jacky

22. Jammy

23. Ken

24. Kiky

25. Latte

26. Leona

27. Lucky

28. Meggi

29. Mitty

30. Molly

31. Millie

32. Mickey

33. Minnie

34. Milky

35. Moggy

36. Mao

37. Neko

38. Nyanko

39. Olive

40. Opet

41. Pusan

42. Petty

43. Pussy

44. Panky

45. Pow

46. Rummy

47. Sonny

48. Snappy

49. Snoopy

50. Tiger

51. Thorr

52. Wickey

53. Willy

54. Woshi

Klik instagram chiron buat para cat lovers!



With love~



Jumat, 20 Desember 2019

Sepucuk Puisi di Hari Ibu- Bunga Cinta yang Indah


Hi!
Tau kan kalau besok, tepatnya 22 Desember  diperingati sebagai hari ibu?
Maka untuk seluruh ibu dimanapun berada terutama ibuku yang manis, akan kupersembahkan sepucuk puisi yang sederhana.

"Maaf aku tak pandai berpuisi, namun aku tulus berpuisi. Maaf aku tak cakap menyusun kata, namun tiap sajakku penuh makna".~            

            
Bunga Cinta yang Indah

Tentang sebuah mentari yang tak pernah padam
Sebuah arus yang tak berhenti mengalir
Sebuah hati yang tak pernah mati
Tentang dirimu yang kucinta, ibu

Kaulah mentari yang menyejukkan hati
Bagai keajaiban nyata dalam hidupku
Hangat pelukmu membekas pada ragaku
Menyisakan butiran kasih yang tak lekang waktu

Ibu, aku mencintaimu dengan tulus
Hidupku tak ada artinya bila tak membahagiakanmu
Melihatmu tersenyum saja hatiku tentram
Namun bila kau menangis hatiku tersayat

Ibu, kuingin engkau mengetahui satu hal
Jika cinta itu indah seperti bunga
Maka dirimu adalah bunga cinta itu
Bunga cinta yang indah dalam hidupku

Bontang, 11 Desember 2019


            So, itu tadi puisi tema ibu yang aku buat tulus dari hati yang terdalam. Puisi yang aku buat pada 11 Desember dan aku ikutsertakan dalam ajang lomba puisi tema "ibu", alhamdulillah berhasil menempati posisi sebagai salah satu dari 12 puisi terbaik tingkat SMA se-Indonesia.
            Terimakasih kepada kalian yang sudah mampir membaca puisi karyaku. Jangan lupa untuk share kepada ibu tercinta sebagai pengutaraan rasa kasih sayang. Dan jangan lupa juga untuk sering berkunjung ke blog aku heheh terimakasih.

With love~